Langsung ke konten utama

KEKUATAN DOA Bab-2 - Ahmed Hulusi



2
MENGAPA MESTI BERDOA? 


Rasulullah (saw) mengatakan, “Doa adalah senjata orang yang beriman.”5 Beliau juga mengatakan, “Doa adalah inti dari shalat.”6

Berkaitan dengan hadits ini, Al-Qur'an mengatakan:

“Aku menciptakan jin dan manusia hanya agar mereka mengabdi kepadaKu (dengan cara mewujudkan fitur-fitur dari Nama-namaKu).”7

Dalam istilah sederhananya, pengabdian adalah doa dan dzikir!

Dalam istilah umumnya, pengabdian adalah pemenuhan tujuan keberadaan individu.

“Apakah doa-doa kita diterima ketika kita berdoa?”

Sebuah Hadits Qudsi menjawab pertanyaan ini:

“Jika hambaKu mengangkat tangan memohon kepadaKu, Aku akan malu membiarkannya kembali dengan tangan hampa.”8

Hadits Qudsi yang lain mengatakan:

“Hai anak Adam, doa itu darimu, jawabannya dariKu. Pertaubatan itu darimu, ampunan dariKu. Meminta ampunan itu darimu, mengabulkannya dariKu. Bersyukur itu darimu, memberi kelimpahan dariKu. Kesabaran itu darimu, menolong dariKu... Apa yang pernah kau minta dariKu yang tidak Aku berikan?”

Ayat berikut mendukung hadits ini:

“Berdoalah kepadaKu, agar Aku mengabulkan permintaan kalian!”9

Hadits Qudsi lain yang menyoroti masalah ini adalah:

“Aku bergantung pada prasangka hambaKu. Maka, biarkan dia berprasangka sebagaimana maunya!”10

Dengan kata lain, jika Anda percaya tanpa keraguan sedikit pun bahwa doa Anda akan diterima, maka ketahuilah dengan yakin bahwa ia akan diterima!

Berdasarkan ini, salah seorang wali yang terkemuka, Imam Rabbani Ahmad Faruq Sarhandi, mengatakan, “Menginginkan sesuatu adalah mendapatkannya, karena Allah tidak akan membiarkan hambaNya berdoa unntuk sesuatu hal yang Dia tidak akan menerimanya.”

Ketika kita berdoa, kita mesti mengingat ayat berikut:

“Kamu tidak bisa berkehendak kecuali Allah, Rabb seluruh alam, menghendakinya!”11

Yakni bahwa setiap keinginan yang menjadi nyata pada diri Anda hanya bisa muncul karena ia merupakan keinginan Allah. Seandainya Allah tidak menghendakinya, Anda tidak akan menginginkannya.

Doa merupakan metode yang paling mudah dan paling efektif, bahkan gratis sama sekali! Karenanya dikatakan bahwa doa merupakan senjata orang yang beriman.

Bagaimana doa bisa menjadi senjata?

Untuk memahami hal ini, seseorang mesti menyelami kedalaman Sufisme.

Manusia, berkenaan dengan hakikatnya, telah diciptakan dengan sifat-sifat Allah dan hadir dengan keberadaan dariNya.

Manusia HIDUP karena fitur HAYYU-nya Allah dan memiliki ILMU karena fitur 'ALIM-nya Allah. Manusia bisa melaksanakan tindakan dengan KEHENDAK yang berasal dari nama MURID-nya Allah. Karenanya, tingkat kemampuan manusia untuk mewujudkan makna dari Nama-nama ini, yang kesemuanya hadir dalam keberadaannya, sesuai dengan tingkat kemampuannya untuk mencapai keinginannya dan selamat dari rasa takutnya.

Tapi, apa itu doa?

Apakah ia merupakan permintaan yang dilakukan kepada Tuhan di atas sana?

Ataukah merupakan permintaan akan ekspresi kekuatan Allah, yang dengannya Anda ada dan yang hadir di setiap sel dari keberadaan Anda?

Doa tidak lebih dari sebuah tehnik untuk mewujudkan kekuatan ilahiah di dalam diri Anda!

Maka, ketika seseorang mampu berdoa dengan konsentrasi penuh dan fokus, dia bisa meraih dan mencapai banyak hal yang nampaknya mustahil.

Inilah sebabnya mengapa doa merupakan senjata manusia yang paling ampuh.

Namun, untuk mengoptimalkan efektivitas dari tehnik ini, kita mesti menyadari relevansi dari bentuk doanya, tempat dan waktunya.


5 Ibnu Hibban
6 At-Tirmidzi 
7 Al-Qur'an 51:56
8 At-Tirmidzi, Abu Dawud
9 Al-Qur''an 40:60
10 Sahih Bukhari, Sahih Muslim
11 Al-Qur'an 81:29

Lihat Bab Selanjutnya (Bab 3)                         Lihat Bab-1: Pengantar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bentuk Bumi Dalam Qur'an

Bentuk Bumi Bulat (Arti Kata KAWARA dan DAHAHA) Dahulu kala, orang percaya bahwa bumi datar. Berabad-abad, manusia takut untuk bepergian terlalu jauh, jika melanggar maka akan terjatuh di pinggiran bumi. Sir Francis Drake adalah orang pertama yang membuktikan bahwa bumi bulat setelah berlayar mengitarinya di tahun 1597. Perhatikan ayat Quran tentang perubahan siang dan malam. "Tidakkah engkau melihat bahwa Allah memasukkan malam kedalam siang dan memasukkan siang kepada malam?"[Al-Qur'an 31:29] Kata 'memasukkan' disini mengandung pengertian bahwa malam secara perlahan berubah kedalam siang, demikian pula sebaliknya.Fenomena ini hanya bisa terjadi jika bumi berbentuk bulat. Jika bumi datar, maka perubahan antara siang dan malam akan seketika, tidak perlahan-lahan.      Ayat berikut juga menyinggung bahwa bentuk bumi bulat. "Dia ciptakan langit dan bumi dengan benar. Dia menggulungkan malam pada siang, dan menggulungkan siang atas malam ."[Al-Qur'...

Gunung Sebagai Pasak

Ayat Al-Quran Tentang Gunung: Sumber: www.islam-guide.com Alih Bahasa: T.J. Sagwiangsa Sebuah buku yang berjudul Earth  merupakan textbook rujukan mendasar di banyak universitas di seluruh dunia.  Salah seorang pengarangnya adalah Professor Emeritus Frank Press.  Dia merupakan Penasehat Sains bagi Presiden Amerika Serikat terdahulu Jimmy Carter, dan menjabat selama 12 tahun sebagai Direktur di National Academy of Sciences, Washington, DC. Bukunya menyatakan bahwa gunung-gunung memiliki akar di bawahnya. 1   Akar-akar ini tertancap dalam di dalam tanah, karenanya, gunung-gunung memliki bentuk seperti sebuah pasak  (lihat Gambar 7, 8, dan 9).   Gambar 7:  Gunung-gunung memiliki akar yang dalam di bawah permukaan tanah. ( Earth , Press dan Siever, hal. 413.) Gambar 8:  Penampang skematik.  Gunung-gunung, seperti halnya pasak, memiliki akar yang...

Siapa Pengarang Perjanjian Baru?

Kitab Perjanjian Baru Alih bahasa dari: The New Testament Oleh: Dr. Lawrence Brown, M.D. www.TrueToJesus.com Keduanya membaca Al Kitab siang dan malam, Yang kaubaca hitam sedangkan bagiku putih -          Mark Twain, Letters from Earth, Vol. II Tentu saja, sikap sentimen Blake di atas bukan sesuatu yang baru. Kitab Perjanjian Baru mengandung banyak ketidakkonsistenan yang menelurkan beragam interpretasi, keyakinan, agama yang memusingkan, yang kesemuanya dinyatakan berlandaskan Al Kitab. Dan kita pun menemukan satu pengarang yang mengusulkan hasil pengamatan yang menghibur: Anda bisa dan tidak bisa, Anda harus dan tidak harus, Anda akan dan tidak akan, Dan Anda akan dikutuk jika Anda melakukannya, Dan Anda akan dikutuk jika Anda tidak melakukannya.[1] Mengapa banyak ragam sudut-pandang? Pertama, kelompok-kelompok teologi yang berbeda berselisih pendapat mengenai kitab yang mana yang harus dimasukkan kedalam Al-...